Panduan Volvo Untuk Perlindungan Keselamatan Anak-Anak Saat Berkendara
Semua orang tua pasti akan melakukan apa saja untuk
menjaga anak-anak mereka dari mara bahaya. Namun
saat mengajak anak berkendara, bahaya tetap mengintai
bagi mereka yang kurang memiliki pengetahuan atas
perlindungan keselamatan anak-anak saat berkendara.
Didukung dengan studi yang komprehensif, Volvo telah
menerbitkan sebuah buku saku yang menjadi panduan
bagi keselamatan anak-anak dikendaraan. Buku berjudul
'Children In Cars' berisi tips-tips yang berguna
bagi siapapun yang membawa anak-anak dalam kendaraan
1.
Pasang Sabuk Keselamatan Begitu Si Kecil Duduk
Enam dari sepuluh orang tua tidak memasang sabuk
keselamatan pada anak-anaknya dengan sempurna. Mereka
tidak mengetahui dengan persis bagaimana posisi
bagian melintang dari sabuk keselamatan yang benar
(tidak terlalu jauh dari bahu dan jangan dibawah
lengan) dan juga tak mengetahui bagaimana posisi
sabuk horizontal seharusnya (yang benar adalah terpasang
pada paha bagian teratas dan bukan pada perut si
kecil).
Sabuk keselamatan standar telah melindungi 60% lebih
baik dibandingkan tak menggunakannya sama sekali.
Namun menggunakan kursi anak-anak yang menghadap
kemuka akan memberi perlindungan hingga 80%. Adapun
kursi anak-anak yang menghadap ke belakang bahkan
mampu memberi perlindungan yang lebih baik hingga
90%.
Fakta Dari Kursi Anak Yang Menghadap Ke Belakang
Mudah saja, duduk menghadap ke belakang merupakan
cara teraman saat bepergian dengan kendaraan, bahkan
inilah posisi yang teraman bagi anak-anak. Mengapa?
Karena bayi dan anak-anak adalah penumpang yang ‘rapuh’ karena kepala mereka besar dan
berat dibandingkan bagian tubuh lainnya (kira-kira
25% dari total berat badan). Bayi dan anak-anak
juga memiliki tengkorak kepala yang masih tipis
dan lunak, selain itu tengkorak, leher, tulang belakang,
dan pelvis mereka pun belum tumbuh sesempurna orang
dewasa.
Saat terjadi benturan, bagi bayi dan anak-anak yang
menggunakan kursi yang menghadap ke belakang benturan
akan ditahan oleh seluruh bagian punggungnya. Ini
jauh lebih baik dibandingkan menahan benturan dengan
leher mereka yang rapuh. Resiko cedera fatal atau
serius meningkat hingga lima kali lipat bagi bayi
dan anak-anak yang menggunakan kursi menghadap depan.
Bayi harus duduk menghadap ke belakang hingga mereka
berumur minimal tiga tahun, lebih dari itu bahkan
semakin baik. Hingga kini, hanya satu dari empat
bayi berusia tiga tahun yang duduk menghadap ke
belakang. Kursi yang menghadap ke belakang hanya
dapat dipasang pada kursi depan kendaraan yang tak
memiliki airbag atau mobil yang memiliki airbag
namun dapat di non-aktifkan.
Semakin Membaik
Kabar baiknya adalah sejak tahun 1976 hingga 2000,
terjadi peningkatan angka keselamatan pada anak-anak
dalam kecelakaan kendaraan. Di Swedia, penggunaan
sabuk keselamatan dan kursi anak-anak yang menghadap
ke belakang telah meningkat dari 25% hingga hampir
mencapai 100%. Imbasnya, terjadinya cedera dalam
skala Maximal Abbreviated Injury kini berada pada
angka 2 (skala 1-6, dimana angka 6 menunjukkan paling
sering timbul cedera). Angka ini 5 kali lebih baik
dibanding 20 tahun yang lalu.
1Statistik dan informasi dikutip
dari publikasi Volvo Car Corporation 'Children in
Cars, A Safety Guide', yang ditulis dari hasil riset
yang komprehensif dan berkelanjutan oleh Volvo's
Traffic Accident Research Team dan akademisi serta
studi pemerintah di Swedia.
|
|