|
9
Juni 2006
Kementerian
Lingkungan Hidup Republik Indonesia Menganugerahi
VOLVO S60 Sebagai Salah Satu dari Sepuluh Mobil
dengan Emisi Gas Buang Terbaik
Mengurangi
konsumsi BBM, menurunkan angka emisi gas buang dan
memberikan kontribusi atas kesinambungan ekologis
merupakan tujuan dan komitmen dari Volvo Cars sebagai
produsen kendaraan premium asal Swedia. Dan Komitmen
Volvo tersebut terbukti dengan penghargaan yang
diraih oleh Volvo S60 sebagai salah satu dari 10
kendaraan dengan emisi gas buang terbaik dari Kementerian
Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Semakin
tingginya angka pencemaran udara di berbagai kota
besar di Indonesia saat ini semakin memprihatinkan.
Fakta menunjukkan bahwa di Jakarta, Bandung, Surabaya,
dan Medan bahan-bahan pencemar udara seperti PM
(Particulate Matter), CO (Carbon Monoxyde), HC (Hidrocarbon),
dan O3 (Ozon) kini telah melampaui ambang batas
baku mutu udara ambient. Jenis-jenis polutan di
atas selain mengurangi kenyamanan secara umum juga
berpengaruh buruk pada kesehatan. Peningkatan polutan
ditaksir telah meningkatkan biaya kesehatan yang
dikeluarkan oleh masyarakat hingga mencapai 1.7
trilyun rupiah per tahun. Itu hanya dampak akibat
pencemar PM, belum lagi bila menghitung jumlah kerugian
yang dikeluarkan akibat macet, stress, penurunan
IQ anak-anak dan lain sebagainya.
Hasil penelitian lebih lanjut mengungkap
bahwa kendaraan bermotor merupakan kontributor terbesar
yang bertanggung jawab atas menurunnya kualitas
udara yang kita hirup. Data menunjukkan bahwa jumlah
kendaraan bermotor baik mobil maupun sepeda motor
hingga tahun 2005 tercatat telah mencapai angka
35 juta unit, dengan pertumbuhan mencapai 15-20%
per tahun. Bisa dibayangkan jumlah pencemar yang
menjadi beban lingkungan bila pemerintah kita tidak
melakukan suatu tindakan preventif untuk memperbaiki
kondisi tersebut.
Diberlakukannya Kep Men.LH No.
141 tahun 2003 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang
Kendaraan Bermotor Tipe Baru dan Kendaraan Bermotor
yang sedang diproduksi telah disambut baik oleh
berbagai pihak. Karena kini pemerintah secara resmi
menjadikan standar emisi EURO 2 sebagai acuan standar
emisi gas buang bagi kendaraan yang dipasarkan di
Indonesia. Kep.LH ini menjadi sebuah langkah maju
bagi proses menuju harmonisasi standar otomotif
dunia yang telah lama dianut oleh Volvo melalui
konsep Ultra Low Emission Vehicle.
Pada tanggal 9 Juni 2006, Pemerintah
melalui Menteri Negara Lingkungan Hidup, Ir. Rachmat
Witoelar menyampaikan penghargaannya kepada Volvo
S60 yang telah terpilih sebagai salah satu kendaraan
ramah lingkungan. Hasil ini tentunya sangat menggembirakan
dan menjadi bukti positif atas komitmen Volvo Cars
bagi kelestarian lingkungan hidup.
Komitmen Volvo Atas Lingkungan
Hidup
Mengurangi konsumsi BBM, menurunkan
angka emisi, dan berkontribusi pada kesinambungan
ekologis berupakan tujuan dan sifat dasar dari Volvo,
produsen otomotif asal Skandinavia.
Usaha untuk meminimalkan dampak lingkungan dari
kendaraan yang diciptakannya membuahkan hasil, pada
bulan Maret 2003, Volvo Cars berhasil menjadi produsen
otomotif pertama dunia yang meraih sertifikat standar
lingkungan internasional, ISO 14001.
Di Volvo, setiap tahap awal pengembangan
sebuah model kendaraan baru, para insinyur dan desainer
dipandu oleh suatu sistem prioritas lingkungan yang
mengkalkulasikan dampak lingkungan dari berbagai
material yang dipilih. Komponen-komponen yang digunakan
dipilih dari material yang dapat didaur ulang. Hal
ini dijalankan karena Volvo senantiasa menginginkan
dampak yang seminimal mungkin bagi lingkungan yang
diakibatkan oleh kendaraan yang diciptakannya.
Bersih "Luar - Dalam"
Setiap kendaraan Volvo dibangun
dengan konsep “Bersih Luar-Dalam”. Kini
Interior dari setiap produk Volvo telah didesain
agar sehat dan aman - bahkan bagi mereka yang menderita
asma dan alergi. Perhatian khusus bahkan diberikan
dengan melakukan riset dalam menentukan jenis material
yang sehat sekaligus ramah lingkungan.
Interior yang digunakan oleh Volvo
Cars memenuhi standar ekologi Oeko-Tex 100. Sebuah
langkah maju dalam menciptakan lingkungan interior
mobil yang lebih aman. Sertifikat Oeko-Tex meliputi
komponen seperti kain pelapis, karpet, sabuk keselamatan,
dan plafon interior. Sebagai tambahan, material
yang terbuat dari kulit dikerjakan sesuai standar
Oeko-Tex dimana proses penyamakannya tanpa menggunakan
material khromium yang berbahaya bagi lingkungan.
Berbagai komponen lain, seperti tombol rem tangan,
lingkar kemudi, logo Volvo pada batang stir, dlsb
telah melalui tes alergi dan memenuhi standar bebas
nikel seperti yang disyaratkan EU.
Dampak polutan terbesar pastinya
disumbangkan oleh emisi gas buang. Untuk itulah
Volvo telah menciptakan mesin-mesin yang efisien.
Kecanggihan teknologi kini telah memungkinkan proses
pembakaran yang terjadi pada mesin-mesin modern
berjalan lebih sempurna. Efeknya tentu saja pada
penurunan tingkat polutan yang dilepaskannya. Teknologi
three-way catalyst converter semakin menurunkan
emisi gas buang yang dilepaskan melalui knalpot
kendaraan. Katalis baru ini kini bekerja penuh lebih
cepat, bahkan saat mesin baru dinyalakan di pagi
hari. Penurunan emisi yang mampu diraih mencapai
95% - 98% untuk polutan CO,HC, dan NOx.
Untuk memperoleh
gambar-gambarVolvo S60 beresolusi tinggi silahkan
kunjungi www.media.volvocars.com
Bila rekan belum menjadi member, kami undang untuk
menjadi member pada website tersebut di atas untuk
memperoleh up-date setiap saat dari berita-berita
yang dirilis VOLVO CARS
|