Peduli
serta Menghargai
Mengurangi konsumsi BBM, menurunkan angka emisi,
dan berkontribusi pada kesinambungan ekologis berupakan
tujuan dan sifat dasar dari Volvo, produsen otomotif
asal Skandinavia.
Untuk meminimalkan dampak lingkungan dari kendaraan
yang diciptakannya, pada bulan Maret 2003, Volvo
Cars berhasil menjadi produsen otomotif pertama
dunia yang meraih sertifikat standar lingkungan
internasional, ISO 14001.
Pada tahap awal pengembangan sebuah
model kendaraan baru, para insinyur dan desainer
dipandu oleh sistem prioritas lingkungan milik Volvo
yang mengkalkulasikan dampak lingkungan dari berbagai
material yang dipilih. Komponen-komponen yang digunakan
dipilih dari material yang dapat didaur ulang. Hal
ini dijalankan karena Volvo senantiasa menginginkan
dampak yang seminimal mungkin bagi lingkungan yang
diakibatkan oleh kendaraan yang diciptakannya.
Bersih "Luar - Dalam"
Interior yang aman dan sehat
Interior dari setiap produk Volvo telah didesain
agar sehat dan aman - bahkan bagi mereka yang menderita
asma dan alergi. Perhatian khusus telah diberikan
untuk melakukan riset dalam menentukan jenis material
yang sehat sekaligus ramah lingkungan.
Interior yang digunakan juga memenuhi
standar ekologi Oeko-Tex 100. Sebuah langkah maju
dalam menciptakan lingkungan interior mobil yang
lebih aman. Sertifikat Oeko-Tex meliputi komponen
seperti kain pelapis, karpet, sabuk keselamatan,
dan plafon interior. Sebagai tambahan, material
yang terbuat dari kulit dikerjakan sesuai standar
Oeko-Tex dimana proses panyamakannya tanpa menggunakan
material khromium yang berbahaya bagi lingkungan.
Berbagai komponen lain, seperti tombol rem tangan,
lingkar kemudi, logo Volvo pada batang stir, dlsb
telah melalui tes alergi dan memenuhi standar bebas
nikel seperti yang disyaratkan EU.
Mesin yang Efisien
Kepadatan lalu
lintas mempengaruhi kualitas lingkungan sebagai
berikut:
- emisi gas buang meningkatkan emisi gas rumah
kaca, yaitu CO2 yang membahayakan kesehatan
- emisi sisa pembakaran seperti hidrokarbon,
CO, NOx, dan partikulat juga menurunkan kualitas
udara yang dihirup.
Kecanggihan teknologi
telah memungkinkan proses pembakaran yang terjadi
pada mesin-mesin modern berjalan lebih sempurna.
Efeknya tentu saja pada penurunan tingkat polutan
yang dilepaskannya. Teknologi three-way catalyst
converter semakin menurunkan emisi gas buang yang
dilepaskan melalui knalpot kendaraan. Katalis baru
ini kini bekerja penuh lebih cepat, bahkan saat
mesin baru dinyalakan di pagi hari. Penurunan emisi
yang mampu diraih mencapai 95% - 98% untuk polutan
CO,HC, dan NOx.

Rendah Emisi
SUV XC90 dari
Volvo kini memiliki mesin V8 bertenaga yang mampu
mencatat angka emisi terendah dalam sejarah. Kini,
hanya XC90-lah, satu-satunya SUV yang mampu memenuhi
baku mutu emisi ketat yang diterbitkan oleh EPA
(ULEV II). Dengan pencapaian ini, SUV ini telah
memenuhi standar baku mutu emisi baru di Eropa yang
baru akan diterbitkan.

|